Hallo Sobat RSAM…. Diare merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dialami oleh anak-anak. Diare adalah kondisi ketika anak buang air besar (BAB) dengan konsistensi cair atau lembek lebih dari 3 kali dalam sehari. Meskipun sering dianggap sebagai penyakit yang ringan, diare dapat menjadi berbahaya apabila tidak ditangani dengan tepat, terutama jika menyebabkan dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh.
Apa Penyebab Tersering Diare pada Anak?
Penyebab diare yang paling sering terjadi pada anak adalah infeksi kuman yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan atau minuman yang tidak bersih dan tidak higienis. Kuman tersebut dapat berupa:
🔹 Bakteri
Seperti Escherichia coli (E. coli), Salmonella, dan Shigella yang dapat mencemari makanan maupun minuman.
🔹 Virus
Virus, terutama Rotavirus dan Norovirus, merupakan penyebab diare yang sangat sering ditemukan pada anak-anak.
🔹 Parasit
Parasit seperti Giardia dapat masuk ke tubuh melalui air atau makanan yang terkontaminasi dan menyebabkan gangguan pada saluran pencernaan.
Selain itu, kebiasaan tidak mencuci tangan sebelum makan, penggunaan peralatan makan yang kurang bersih, serta konsumsi makanan yang tidak dimasak dengan sempurna juga dapat meningkatkan risiko terjadinya diare pada anak.
Bagaimana Cara Mencegah dan Menangani Diare pada Anak?
Menurut rekomendasi WHO, terdapat 5 pilar utama penatalaksanaan diare pada anak, yaitu:
✅ Berikan Oralit
Oralit membantu menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang akibat diare sehingga dapat mencegah terjadinya dehidrasi.
✅ Suplementasi Zinc
Pemberian zinc selama 10–14 hari terbukti dapat membantu mempercepat penyembuhan diare serta mengurangi risiko diare berulang.
✅ Tetap Berikan ASI dan Nutrisi yang Cukup
Jangan menghentikan pemberian ASI maupun makanan saat anak diare. Nutrisi yang baik sangat penting untuk membantu proses pemulihan dan menjaga daya tahan tubuh anak.
✅ Hindari Pemberian Obat Sembarangan, Terutama Antibiotik
Tidak semua diare memerlukan antibiotik. Penggunaan obat tanpa anjuran tenaga kesehatan justru dapat memperburuk kondisi anak.
✅ Segera Periksakan ke Fasilitas Kesehatan Jika Muncul Tanda Dehidrasi atau Kondisi Memburuk
Penanganan yang cepat dapat mencegah komplikasi yang lebih serius.
Apa Saja Tanda-Tanda Dehidrasi yang Harus Diwaspadai?
Dehidrasi merupakan kondisi berbahaya yang dapat terjadi akibat kehilangan cairan tubuh secara terus-menerus saat diare. Orang tua perlu mengenali tanda-tanda berikut:
⚠️ Mata atau kelopak mata tampak cekung.
⚠️ Anak terlihat lemas, rewel, gelisah, atau justru mengantuk terus-menerus.
⚠️ Anak sangat haus dan banyak minum, atau bahkan tidak mau minum sama sekali.
⚠️ Mulut dan bibir terlihat kering.
⚠️ Saat kulit perut dicubit perlahan, kulit kembali ke posisi semula dengan lambat (turgor kulit jelek).
⚠️ Frekuensi buang air kecil berkurang atau popok tetap kering dalam waktu yang lama.
Jangan Tunda, Segera Bawa Anak ke Rumah Sakit!
Apabila anak mengalami diare yang disertai tanda-tanda dehidrasi, muntah terus-menerus, demam tinggi, terdapat darah pada tinja, atau kondisi anak semakin lemah, segera bawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) agar mendapatkan penanganan medis yang cepat dan tepat.
💚 Ayo lindungi buah hati kita dari bahaya dehidrasi akibat diare. Kenali gejalanya, lakukan penanganan yang benar, dan jangan ragu untuk segera datang ke IGD RSUD Al Mulk Kota Sukabumi jika anak menunjukkan tanda-tanda dehidrasi atau kondisi yang mengkhawatirkan.

Informasi Layanan RSUD Al Mulk
📞 wa.me/ 0858-6434-4464
📍Jl. Pelabuhan II No.KM 6, Lembursitu, Kec. Lembursitu, Kota Sukabumi, Jawa Barat
🔎https://rsud-almulk.sukabumikota.go.id
Social Media Kami
Tiktok :rsud_almulk
Facebook : RSUD Al Mulk
Instagram : almulkrsud
Youtube : HUMAS RSAM