Apa Itu Hepatitis?
Hepatitis adalah penyakit yang terjadi akibat peradangan pada hati (liver). Hati merupakan salah satu organ vital yang memiliki banyak fungsi penting bagi tubuh, seperti membantu proses pencernaan, menghasilkan empedu, menetralisir racun, mengolah zat gizi, menyimpan energi, serta membantu pembekuan darah.
Ketika hati mengalami peradangan, seluruh fungsi tersebut dapat terganggu sehingga berdampak pada kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Secara umum, hepatitis dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:
- Hepatitis Akut, yaitu peradangan hati yang muncul secara tiba-tiba dan berlangsung dalam waktu singkat.
- Hepatitis Kronis, yaitu peradangan hati yang berkembang perlahan dan berlangsung selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun.
Kedua jenis hepatitis sama-sama perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan kerusakan hati yang serius apabila tidak ditangani dengan baik.

Apa Saja Penyebab Hepatitis?
1. Hepatitis A (HAV)
Hepatitis A disebabkan oleh infeksi Virus Hepatitis A (HAV). Penularannya terjadi melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi virus dari tinja penderita (jalur fekal-oral).
Jenis hepatitis ini umumnya bersifat akut, tidak berkembang menjadi kronis, dan sebagian besar penderita dapat sembuh sepenuhnya. Menjaga kebersihan diri serta mengonsumsi makanan dan air yang bersih merupakan cara terbaik untuk mencegah hepatitis A.
2. Hepatitis B (HBV)
Hepatitis B disebabkan oleh Virus Hepatitis B (HBV) dan merupakan salah satu jenis hepatitis yang paling banyak ditemukan di dunia.
Virus ini dapat menular melalui:
- Hubungan seksual tanpa pengaman.
- Kontak dengan darah yang terinfeksi, seperti penggunaan jarum suntik bersama.
- Penularan dari ibu yang terinfeksi kepada bayinya saat proses persalinan.
Sebagian penderita dapat sembuh, tetapi pada sebagian lainnya infeksi dapat berkembang menjadi hepatitis kronis yang berisiko menyebabkan sirosis hati hingga kanker hati.
3. Hepatitis C (HCV)
Hepatitis C disebabkan oleh Virus Hepatitis C (HCV).
Penularan paling sering terjadi melalui:
- Penggunaan jarum suntik secara bergantian.
- Transfusi darah yang tidak aman.
- Hubungan seksual berisiko.
- Penularan dari ibu ke bayi.
Sebagian besar kasus hepatitis C berkembang menjadi penyakit kronis. Hingga saat ini belum tersedia vaksin untuk mencegah hepatitis C, sehingga pencegahan sangat penting dilakukan.
4. Hepatitis D (HDV)
Hepatitis D disebabkan oleh Virus Hepatitis D (HDV) dan hanya dapat menyerang seseorang yang sudah terinfeksi hepatitis B.
Penularannya terjadi melalui darah dan cairan tubuh. Walaupun belum tersedia vaksin khusus hepatitis D, risiko infeksi dapat dicegah dengan vaksin hepatitis B.
5. Hepatitis E (HEV)
Hepatitis E disebabkan oleh Virus Hepatitis E (HEV).
Virus ini umumnya menyebar melalui makanan atau air yang tercemar, sehingga lebih sering ditemukan di daerah dengan sanitasi yang kurang baik.
Hepatitis E biasanya bersifat akut, tetapi dapat menjadi sangat berbahaya bagi ibu hamil karena berisiko menyebabkan komplikasi serius.
6. Hepatitis Autoimun
Hepatitis autoimun terjadi ketika sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang sel-sel hati yang sehat sehingga menimbulkan peradangan.
Penyakit ini lebih sering dialami oleh wanita dibandingkan pria dan memerlukan pengobatan jangka panjang untuk mengendalikan sistem imun.
7. Hepatitis Alkoholik
Hepatitis alkoholik terjadi akibat konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan dalam jangka waktu lama.
Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan hati permanen, pembentukan jaringan parut (sirosis), bahkan gagal hati apabila tidak segera dihentikan.
8. Hepatitis Akibat Obat (Toxic Hepatitis)
Beberapa jenis obat, suplemen, atau bahan kimia dapat menyebabkan kerusakan hati apabila digunakan secara berlebihan atau tanpa pengawasan tenaga medis.
Karena itu, selalu gunakan obat sesuai anjuran dokter atau aturan pakai.
9. Hepatitis Akibat Infeksi Cacing Hati
Hepatitis juga dapat disebabkan oleh infeksi cacing hati, seperti Opisthorchiidae dan Fasciolidae.
Infeksi biasanya terjadi akibat mengonsumsi makanan mentah atau kurang matang yang mengandung larva cacing.
Untuk mencegahnya:
- Cuci bahan makanan hingga bersih.
- Masak makanan sampai benar-benar matang.
- Hindari konsumsi makanan mentah yang tidak terjamin kebersihannya.
10. Hepatitis Akut Misterius
Hepatitis akut misterius merupakan jenis hepatitis yang penyebab pastinya masih diteliti.
Beberapa penelitian menduga penyakit ini berkaitan dengan infeksi Adenovirus atau SARS-CoV-2, meskipun belum dapat dipastikan.
Kasus ini lebih banyak ditemukan pada anak-anak, terutama usia 1 bulan hingga 16 tahun, sehingga orang tua perlu segera memeriksakan anak apabila muncul gejala seperti kulit menguning, muntah, nyeri perut, atau lemas tanpa sebab yang jelas.
Jenis Hepatitis Mana yang Paling Berbahaya?
Di antara berbagai jenis hepatitis, hepatitis B dan hepatitis C merupakan jenis yang paling perlu diwaspadai. Keduanya dapat berkembang menjadi hepatitis kronis yang berisiko menyebabkan sirosis hati, yaitu kondisi ketika jaringan hati yang sehat berubah menjadi jaringan parut sehingga fungsi hati menurun secara bertahap.
Jika tidak ditangani, sirosis dapat meningkatkan risiko gagal hati hingga kanker hati.
Meskipun hanya sebagian kasus hepatitis B yang berkembang menjadi kronis, hepatitis C lebih sering menyebabkan infeksi kronis dan memiliki risiko lebih tinggi berkembang menjadi sirosis apabila tidak segera diobati. Oleh karena itu, hepatitis C sering dianggap sebagai jenis hepatitis yang paling berbahaya.
Kabar baiknya, hepatitis B dapat dicegah dengan vaksinasi, sedangkan hepatitis C dapat diobati secara efektif jika terdeteksi sejak dini. Karena itu, jangan abaikan gejala hepatitis dan lakukan pemeriksaan jika Anda memiliki faktor risiko.
Bagaimana Hepatitis Menular?
Cara penularan hepatitis berbeda-beda, tergantung pada jenis virusnya. Secara umum, hepatitis dapat menular melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi, darah, maupun cairan tubuh yang terinfeksi.
- Hepatitis A dan Hepatitis E menular melalui makanan atau air yang tercemar virus akibat kebersihan dan sanitasi yang kurang baik.
- Hepatitis B, Hepatitis C, dan Hepatitis D menular melalui kontak dengan darah atau cairan tubuh yang terinfeksi, seperti penggunaan jarum suntik bersama, transfusi darah yang tidak aman, hubungan seksual berisiko, serta dari ibu yang terinfeksi kepada bayinya saat persalinan.
Dengan menjaga kebersihan, menerapkan pola hidup sehat, menghindari berbagi jarum suntik, melakukan hubungan seksual yang aman, dan mendapatkan vaksin hepatitis sesuai anjuran, risiko penularan hepatitis dapat dikurangi secara signifikan.
Cara Mencegah Hepatitis
Mencegah hepatitis dapat dilakukan dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta menghindari faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko penularan. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:
- Lakukan vaksinasi hepatitis A dan hepatitis B sesuai anjuran tenaga kesehatan.
- Batasi atau hindari konsumsi minuman beralkohol untuk menjaga kesehatan hati.
- Jaga kebersihan makanan dan air minum, serta pastikan makanan dimasak hingga matang.
- Cuci tangan sebelum makan dan setelah menggunakan toilet.
- Jangan berbagi jarum suntik, sikat gigi, atau pisau cukur dengan orang lain.
- Gunakan alat pelindung diri, seperti sarung tangan, saat kontak dengan darah.
- Lakukan hubungan seksual yang aman, misalnya menggunakan kondom dan tidak berganti-ganti pasangan.
- Lakukan pemeriksaan kesehatan jika memiliki faktor risiko atau mengalami gejala hepatitis.
Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut, risiko terkena hepatitis dapat dikurangi sehingga kesehatan hati tetap terjaga.
Sumber:
https://bblabkesmasmakassar.go.id/mengenal-hepatitis/ diakses tanggal 17 Juli 2026
https://www.halodoc.com/artikel/ada-5-jenis-hepatitis-mana-yang-paling-berbahaya?srsltid=AfmBOoonRM8Q9GDN9GXMhSRNXaTV7tHhsETBw9_UU4J7N9jueJE9MOTq diakses tanggal 17 Juli 2026
https://www.halodoc.com/artikel/inilah-cara-penularan-hepatitis-ke-tubuh?srsltid=AfmBOoqjXo4eYma_WrJrw7Fi9Lvr2asVR82mgx6JULFbngMdTR5xbCsd diakses tanggal 17 Juli 2026
Informasi Layanan RSUD Al Mulk
📞 wa.me/ 0858-6434-4464
📍Jl. Pelabuhan II No.KM 6, Lembursitu, Kec. Lembursitu, Kota Sukabumi, Jawa Barat
🔎https://rsud-almulk.sukabumikota.go.id
Social Media Kami
Tiktok :rsud_almulk
Facebook : RSUD Al Mulk
Instagram : almulkrsud
Youtube : HUMAS RSAM