Kenali, Cegah, dan Atasi dengan Tepat!
Keracunan makanan dapat terjadi ketika makanan atau minuman yang kita konsumsi terkontaminasi oleh bakteri, virus, parasit, atau zat berbahaya yang dapat mengganggu kesehatan. Kondisi ini bisa terjadi setelah mengonsumsi makanan yang tidak matang sempurna, sudah kedaluwarsa, terkontaminasi, kurang higienis, atau berasal dari pengolahan dan penyimpanan yang tidak tepat.
Keracunan makanan dapat dialami oleh siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Karena itu, penting untuk mengenali gejalanya dan mengetahui langkah yang tepat agar kondisi tidak semakin berat.
Bakteri yang Menyebabkan Keracunan
1. Escherichia coli merupakan mikroflora alami yang terdapat pada saluran pencernaan manusia dan hewan. Enterotoksigenik E. coli merupakan penyebab diare. Enterohaemorrhagic E. coli 0157 : H7 akhir-akhir ini diketahui merupakan bakteri pathogen penyebab foodborne diseases. Kontaminasi enterohaemorrhagic E. Coli 0157 : H7 yang banyak ditemukan pada sayuran dapat terjadi akibat penggunaan kotoran sapi sebagai pupuk.
2. Salmonella bersifat patogen pada manusia dan hewan lainnya, dan dapat menyebabkan demam enterik dan gastroentritis. Diketahui terdapat 200 jenis dari 2.300 serotip Salmonella yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.
3. Shigella merupakan bakteri patogen di usus manusia dan primata penyebab shigellosis (disentri basiler). Makanan yang sering terkontaminasi Shigella adalah salad, sayuran segar (mentah), susu dan produk susu, serta air yang terkontaminasi. Sayuran segar yang tumbuh pada tanah terpolusi dapat menjadi faktor penyebab penyakit, seperti disentri basiler atau shigellosis yang disebabkan oleh Shigella. Menurut USFDA (1999), diperkirakan 300.000 kasus shigellosis terjadi di Amerika Serikat setiap tahun.
4. Clostiridium botulinum merupakan bahaya utama pada makanan kemasan karena dapat menyebabkan keracunan botulinin. Tanda-tanda keracunan botulinin antara lain tenggorokan kaku, mata berkunang-kunang, dan kejang-kejang yang menyebabkan kematian karena sukar bernapas. Biasanya bakteri ini tumbuh pada makanan kemasan yang tidak sempurna pengolahannya atau pada kemasan yang bocor, sehingga makanan di dalamnya terkontaminasi udara dari luar.
🚨 Gejala yang Perlu Diwaspadai
Beberapa gejala keracunan makanan yang sering muncul antara lain:
- Mual dan muntah
- Diare
- Sakit atau kram perut
- Pusing
- Demam
- Tubuh terasa lemas
- Nafsu makan menurun
- Dehidrasi atau kekurangan cairan
Gejala dapat muncul dalam waktu yang berbeda-beda setelah mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi. Pada sebagian orang, gejalanya ringan dan membaik dengan perawatan yang tepat, tetapi pada kondisi tertentu dapat menjadi berat dan membutuhkan pertolongan medis.
🍽️ Kenali 5 Kunci Keamanan Pangan
Untuk membantu mencegah keracunan makanan, terapkan kebiasaan menjaga keamanan pangan dalam kehidupan sehari-hari:
1. Jaga kebersihan
Cuci tangan dengan sabun sebelum menyiapkan dan mengonsumsi makanan. Pastikan peralatan memasak, meja, dan dapur selalu bersih.
2. Pisahkan bahan makanan
Pisahkan bahan makanan mentah dari makanan yang sudah matang agar tidak terjadi kontaminasi silang.
3. Masak hingga matang sempurna
Pastikan makanan, terutama daging, ayam, telur, dan bahan pangan lainnya, dimasak hingga benar-benar matang.
4. Simpan pada suhu yang aman
Simpan makanan pada suhu yang sesuai dan jangan membiarkan makanan terlalu lama berada pada suhu ruang.
5. Gunakan air dan bahan pangan yang aman
Gunakan air bersih dan pilih bahan makanan yang masih segar, berkualitas, serta aman untuk dikonsumsi.
⚠️ Waspadai Makanan yang Berisiko
Beberapa makanan dan minuman memiliki risiko lebih tinggi menyebabkan keracunan apabila tidak diolah atau disimpan dengan baik, seperti:
🥩 Makanan yang tidak matang
📅 Makanan kedaluwarsa
🍱 Makanan yang terkontaminasi
🍜 Jajanan yang kebersihannya tidak terjamin
🥤 Minuman yang tidak higienis
Pastikan selalu memeriksa kebersihan, tanggal kedaluwarsa, kondisi makanan, serta cara penyimpanannya sebelum dikonsumsi.
💧 Apa yang Harus Dilakukan Saat Mengalami Keracunan?
Saat mengalami gejala ringan, pastikan tubuh tetap mendapatkan cairan yang cukup untuk membantu mencegah dehidrasi. Minumlah air putih atau oralit, istirahat yang cukup, dan hindari mengonsumsi obat secara sembarangan tanpa anjuran tenaga kesehatan.
Segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila gejala semakin berat, terutama bila mengalami demam tinggi, diare berdarah, muntah terus-menerus, tanda-tanda dehidrasi, atau tubuh menjadi sangat lemas.
💚 INGAT!
Menjaga kebersihan makanan bukan hanya tentang rasa, tetapi juga tentang menjaga kesehatan diri dan keluarga. Pilih makanan yang aman, jaga kebersihan, masak hingga matang, dan simpan makanan dengan benar.
🚑 JANGAN RAGU KE IGD RSUD AL-MULK JIKA GEJALA SEMAKIN BERAT!
IGD RSUD Al-Mulk Kota Sukabumi siap memberikan pelayanan kegawatdaruratan selama 24 jam. Jangan menunda mencari pertolongan apabila kondisi Anda atau keluarga menunjukkan tanda bahaya.
Informasi Layanan RSUD Al Mulk
📞 wa.me/ 0858-6434-4464
📍Jl. Pelabuhan II No.KM 6, Lembursitu, Kec. Lembursitu, Kota Sukabumi, Jawa Barat
🔎https://rsud-almulk.sukabumikota.go.id
Social Media Kami
Tiktok :rsud_almulk
Facebook : RSUD Al Mulk
Instagram : almulkrsud
Youtube : HUMAS RSAM
RSUD Al-Mulk Kota Sukabumi
Sehat Bersama, Melayani Sepenuh Hati. 💚
Sumber:
https://www.alodokter.com/keracunan-makanan diakses pada tanggal 19 Agustus 2026
https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/3243/kenali-pencegahan-keracunan-makanan diakses tanggal 19 Agustus 2026