Kusta Bukan Kutukan: Fakta, Penyebab,Gejala dan Cara Pencegahannya

Hallo Sobat RSAM…. Mari kita sama-sama mengenal mengenai penyakit kusta. Kusta merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae yang menyerang kulit, saraf tepi, mata, serta lapisan bagian dalam hidung. Penyakit ini berkembang secara perlahan, sehingga sering kali tidak disadari pada tahap awal.

Namun, dengan diagnosis dan pengobatan sejak dini, kusta dapat disembuhkan secara tuntas dan risiko terjadinya kecacatan dapat dicegah. Penanganan yang tepat membantu penderita tetap menjalani hidup secara normal dan produktif.

Pada masa lalu, kusta sering dianggap sebagai penyakit yang sangat menular dan menakutkan. Anggapan ini menimbulkan stigma di masyarakat terhadap penderitanya. Saat ini, ilmu kedokteran telah membuktikan bahwa kusta tidak mudah menular dan dapat diobati secara efektif.

Penyebab Kusta

Penyebab penyakit kusta adalah oleh bakteri Mycobacterium leprae (M. leprae), sejenis bakteri yang tumbuh dengan lambat. Penularan kusta bisa melalui kontak kulit yang lama dan erat dengan seseorang yang mengidapnya. 

Di samping itu, kusta juga bisa ditularkan lewat inhalasi alias menghirup udara saat pengidapnya bersin atau batuk. Alasannya bakteri penyebab kusta dapat hidup beberapa hari dalam bentuk droplet di udara. Namun, sebenarnya penyakit kusta bukanlah penyakit yang mudah untuk menular

Gejala Kusta

Tanda-tanda seseotrang dicurigai kusta (suspek kusta)

  1. Tanda pada Kulit
    1. Bercak kulit merah atau putih, tidak gatal, mengkilap atau kering bersisik
    2. Kulit yang tidak berkeringat dan atau alis mata rontok
    3. Penebalan wajh dan cuping telinga
    4. Lepuh atau luka tidak nyeri pada tangan atau kaki
  2. Tanda pada Saraf
    1. Nyeri pasa saraf tepi
    2. Kesemutan, tertusuk-tusuk dan nyeri pada anggota gerak
    3. Kelemahan anggota gerak dan atau kelopak mata
    4. Disabilitas/deformitas tanpa Riwayat kecelakaan
    5. Ulkus sulit sembuh

Pencegahan Kusta

Ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah kusta, yaitu:

  •  Menghindari kontak dekat dalam jangka panjang pada seseorang yang terinfeksi tetapi tidak diobati. 
  • Hindari juga daerah yang mengalami endemik dari penyakit kusta.
  • Pastikan juga untuk melakukan diagnosis dini jika mengalami gejala dari penyakit ini, dan segera mendapatkan pengobatan untuk mencegah penularan pada orang lain. 

Hingga saat ini belum ada vaksin yang dapat mencegah kusta agar tidak menyebabkan gangguan pada tubuh.

Jika kamu mengalami beberapa gejala yang mengarah pada penyakit kusta, ada baiknya segera menghubungi dokter untuk memastikannya dan mendapatkan penanganan yang tepat.

Sumber: https://www.halodoc.com/kesehatan/kusta?srsltid=AfmBOop83-MutpNkIFyT3vF3G4mcTxcpEcAK8R9fq3dWK9825ncVgqAw diakses tanggal 27 September 2026 https://ayosehat.kemkes.go.id/topik-penyakit/pencegahan-infeksi-pada-usia-produktif/kusta diakses tanggal 27 September 2026

Facebook
LinkedIn
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *